Tetap Cantik dengan Minim Sampah – Cara Mudah Kurangi Sampah Skin Care-mu

Sebagai cewek, pasti dong yang namanya merawat diri itu kudu wajib dan harus dijalankan. Merawat diri itu juga bentuk dari rasa syukur kita lho karena sudah diberikan kebaikan dalam bentuk fisik. Selain merawat diri, kita juga biasanya akan punya kebiasaan menghias diri dengan aneka ragam peralatan tempur kecantikan.

Nah peralatan dan perlengkapan perawatan serta itu kan biasanya kita beli, dan karena kita beli di toko, pastilah ada kemasannya. Sekarang yang mau kita bahas itu bukan tentang skin care dan make-upnya, tapi bagaimana kita menangani jumlah sampah yang berasal dari peralatan skin care dan make-up kita.

Semakin lama kita semakin aware bahwa tumpukan sampah yang tidak terurai ini terus bertambah dan menggunung. Berbagai aktivitas kehidupan kita sering kali menghasilkan sampah yang tidak terurai di bumi kita ini. Dan sampah-sampah ini masih juga belum tertanggulangi di tempat pembuangan akhir sampah.

Tapi sebenarnya kita juga mesti sadar diri, bahwa sampah kita itu sebenarnya tanggung jawab kita sendiri, bukan tanggung jawab orang lain. Ya nggak?

Dari berbagai aneka sampah yang kita produksi hampir setiap hari itu, yang mau dibahas kali ini adalah sampah dari produk kita sehari-hari. Bagaimana kita bisa tetap terus merawat diri, tapi tidak dirundung rasa bersalah karena banyaknya sampah tak terurai yang kita hasilkan.

Cara Mengurangi Sampah Tak Terurai dari Produk

1. Buat Sendiri Produk Perawatan di Rumah

Produk dan tubuh yang bisa kita buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami biasanya berupa scrub dan masker. Selain menghindari adanya tumpukan sampah kemasan produk, kita juga bisa menghemat dan juga mengurangi resiko terpapar bahan kimia yang kadang tidak selalu cocok dengan kulit kita.

Tips Lainnya :   Cara Menyisir Rambut Yang Benar Agar Rambut Tidak Cepat Rontok

Cara membuat berbagai produk perawatan kecantikan, bisa dilihat di Skin Care Alami.

2. Pakai Produk Sampai Habis

Tidak semua orang bisa membuat sendiri produk perawatannya di rumah. Bisa jadi karena keterbatasan waktu atau bisa juga karena ada masalah di kulit yang mesti diatasi segera dengan menggunakan produk skin care yang lebih banyak mengandung bahan aktif.

Apalagi produk skin care yang kita buat sendiri di rumah, umumnya bukan produk yang bisa disimpan lama. Sehingga kita mesti rutin membuat produk itu tiap kali kita ingin menggunakannya, dan terus terang pekerjaan ini cukup menyita waktu. Untuk kondisi ini mau tidak mau kita memang akhirnya akan membeli produk skin care di toko yang pastinya ditempatkan di dalam suatu wadah kemasan yang biasanya akan berakhir menjadi sampah yang tidak terurai.

Karena itu bijaklah dalam membeli dan menggunakan produk-produk perawatan dan kita ini. Belilah dalam kemasan terbesar yang disediakan oleh produsen dan pakailah produk tersebut sampai tetes terakhir.

3. Hindari Kemasan Gift Set atau Kemasan Kecil

Kalau kita memang sudah terbiasa menggunakan produk tersebut, maka membeli dalam kemasan ukuran terbesar, selain lebih di dompet juga paling tidak mengurangi jumlah kemasan-kemasan kecil yang lebih sulit didaur ulang. Apalagi kemasan gift-set atau travel size itu loh. Bila kita memang sedang bepergian dan tidak bisa membawa-bawa skin care kita dalam kemasan jumbo, kamu bisa gunakan kemasan trial size yang sudah terlanjur kamu beli itu atau bisa memiliki satu set kemasan travel size yang bisa kamu isi ulang dengan produk skin care kesayanganmu itu.

Tips Lainnya :   Manfaat Berkebun di Rumah untuk Kesehatan Jiwa dan Raga

Dan bila di hotel atau penginapan tempat kamu tinggal disediakan sabun atau dalam kemasan kecil-kecil, maka jangan digunakan atau diambil. Kalau kamu gunakan, ya pastinya kemasan mini itu akan dibuang oleh hotel dan menjadi sampah juga padahal kamu sudah bawa skin caremu juga kan. Kalau kamu bawa pulang, ya sama aja membuat clutter sampah baru di rumah dan akhirnya produk mini itu akan segera menjadi sampah juga.

4. Renungkan, apakah perlu skin care berlapis-lapis?

Pada suatu masa, skin care itu awalnya hanya toner dan pelembab. Sampai akhirnya negara api menyerang, dan skin care pun menjadi berlapis-lapis. Berapa lapis? Ratusan …

Seriously, apakah benar perlu kita pakai skin care sampai ratusan … eh lebih dari 2 lapis?

Trend memakai skin care berlapis-lapis dipopulerkan oleh skin care Korea Selatan. Ada yang 7 lapis, ada juga yang 10 lapis. Apakah memang hasilnya signifikan? Mengingat tiap produk skin care wajib mengenai langsung lapisan kulit agar bahan aktif yang terkandung pada skin care tersebut bisa bereaksi.

Karena itulah para pemakai produk skin care berlapis wajib tahu bagaimana caranya melakukan layering atau lapis-melapis produk skin care tersebut, agar bisa menghasilkan suatu reaksi kimia yang diharapkan akan memperbaiki kondisi kulitmu. Betul ya?

Tips Lainnya :   Cara Merawat Blender agar Tidak Cepat Rusak

Oke, kalau kamu tidak punya masalah serius dengan kulitmu, mungkin kamu bisa mulai merenungkan soal ini. Perlukah memiliki 10 macam skin care dengan 10 macam kemasan yang tidak bisa terurai ini demi keindahan kulitmu?

5. Kemasan Produk Skin Care-mu

Empties | Pmv Chamara – Unsplash

Setelah produk skin care sudah kita gunakan sampai tetes terakhir, cucilah kemasan itu sampai bersih dan keringkan. Lalu kumpulkan pada satu kotak. Kemasan kosong (empties) ini bisa kita kirimkan ke berbagai dropzone.

Beberapa merk Skin care seperti Bodyshop, sudah memiliki kebiasaan ini sejak lama, dimana mereka menerima kemasan kosong yang sudah dibersihkan di semua tokonya dan memberikan poin kepada pelanggan yang mengumpulkan kemasan bekas kosong ini.

6. Gunakan Perlengkapan Skin Care Yang Bisa Dipakai Ulang

Perlengkapan Kosmetik Ramah Lingkungan | Alleksana – Pexels

Untuk perawatan kulit wajah dan kosmetik, selain produk itu sendiri, kita juga masih membutuhkan beberapa perlengkapan seperti cotton pad dan cotton bud. Untuk Cotton Pad, kalau dulu kita biasa pakai kapas pembersih, sekarang sudah ada produk yang lebih ramah lingkungan yaitu cotton pad. Cotton pad ini bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Lebih ramah lingkungan dan tidak perlu bolak-balik beli tiap bulannya.

Sementara untuk cotton bud, yah ini memang jelas tidak bisa kita pakai ulang kan. Alternatif produk yang lebih ramah lingkungan adalah cotton bud yang menggunakan bambu sehingga produk sekali pakai ini bisa kita buang dengan lebih aman sebab akan terurai di alam.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Lainnya