Manfaatkan Bahan Bekas untuk Menanam Sayur

Artikel ini bagian 2 dari 3 dalam serial Reuse & Upcycles

Bila anda ingin memiliki kebun sayur di rumah, sama sekali tidak memerlukan lahan besar. Bahkan kalau tidak punya lahan atau tanah pun, masih bisa diakali dengan menggunakan aneka wadah pot.

Aneka ini bisa dibeli langsung ke toko perlengkapan berkebun, bahannya bisa dari plastik, tanah liat, semen dan lainnya. Namun sebenarnya kita juga bisa memanfaatkan aneka wadah di rumah yang biasanya kita buang ke tempat sampah.

Kalau anda ingin fokus menanam sayur, maka sebaiknya memiliki 2 tahap penanaman, pertama adalah menanam benih atau bibit, dan yang kedua adalah tahap membesarkannya. Untuk 2 tahap ini sebaiknya menggunakan wadah yang berbeda.

Untuk keperluan pembibitan yang membutuhkan wadah berukuran lebih kecil, kita bisa memanfaatkan kotak /juice yang bentuknya segi empat sebagai atau wadah pembibitan.

Kalau kotak itu mau dibuat untuk pembibitan, potong melintang kotaknya lalu isi dengan tanah yang sudah dicampur kompos atau kandang. Setelah itu bibit bisa ditanam. Setelah bibit cukup kuat baru dipindahkan ke lain yang lebih besar.

Untuk wadah tanaman yang sudah lebih besar dan kuat, kita bisa memanfaatkan kaleng bekas cat, ember atau tong sampah bocor.

Yang saya lakukan di rumah adalah memanfaatkan tong sampah bekas yang sudah bocor bagian bawahnya. Sebagai tong sampah, wadah berwarna abu-abu ini sudah tidak bisa menjalankan fungsinya lagi. Tetapi dia bisa mendapatkan hidup keduanya sebagai tanaman. Saya tidak perlu mengeluarkan lagi untuk membeli untuk tanaman saya.

Untuk wadah tanaman yang harus saya pindah-pindahkan, biasanya saya memang memilih wadah yang berbahan dasar plastik. Alasannya selain cukup kuat dan tidak mudah pecah, pot plastik itu cukup ringan dibandingkan pot keramik. Karena keterbatasan lahan, saya memang harus beberapa kali memindah-mindahkan pot-pot berisi tanaman-tanaman saya itu untuk sekedar mendapatkan ruang tambahan untuk tanaman baru saya.

Pemanfaatan bahan bekas lainnya adalah bekas karton telur dan botol-botol air minum bekas. Bekas karton telur ini bisa digunakan sebagai tempat pembibitan sementara seperti yang saya tuliskan di artikel “Pot Pembibitan dari Bekas Karton Telur”. Kelebihan dari karton bekas telur adalah karena karton telur terurai dalam tanah, maka bisa kita langsung benamkan kartonnya ke dalam tanah.

Di gambar ini saya menggunakan bekas botol air minum bekas untuk mengangkat karton bekas telur itu supaya tidak terlalu dekat dengan lantai. Lantai tempat saya meletakkan karton bekas telur ini kerap basah karena tempias hujan ataupun tak sengaja tergenang air saat garasi depan sedang dibersihkan. Selain itu posisi karton di atas botol seperti ini juga mengurangi serangan dan serangga kecil-kecil lainnya yang seringkali tiba-tiba ada di dalam tanah semaian bibit ini.

Karton Telur di atas botol bekas minum

Supaya botolnya tidak gampang rubuh diterpa angin, botol bekas air minum itu saya isi juga sampai penuh supaya berat.

Foto diatas saya ambil ketika saya masih menggunakan botol-botol bekas itu tanpa air alias kosong. Dan ketika angin berhembus cukup kuat, pot bekas kotak telur itu pun rubuhlah. Naah, jangan mengulangi kesalahan saya lagi yaa 😀

Selamat berkebun!

Artikel dalam Serial ini: Pot Pembibitan dari Bekas Karton TelorGreen House Mini dari Bahan Bekas

Cek Yang Ini:

You Might Also Like

One Comment

  1. arung jeram

    dengan kemauan untuk bercocok tanam lahan sempitpun dapat dimanfaatkan untuk bertanam,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: