7 Sumber Polusi Udara di Rumah (Bag Pertama)

Ilustrasi Komputer | Img:freeimages.com
Ilustrasi Komputer | Img:freeimages.com

Bunda, selama ini kita sering mengira polusi udara hanya berada di luar rumah kita, misalnya asap knalpot kendaraan, asap rokok, atau asap dari pabrik yang merupakan limbah udara dari pabrik tersebut. Tapi tahukah Bunda bahwa rumah kita bisa memiliki sumber polusi udara sendiri. Bagaimana itu bisa terjadi?

Satu yang harus kita sadari polusi udara bisa mengancam kesehatan meski berada di dalam rumah atau ruangan. Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Syarat suatu zat disebut polutan adalah jika dia menyebabkan kerugian terhadap makluk hidup. Contoh, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% maka sebaliknya dia dapat memberikan efek merusak.

Mari kita pelajari lebih jauh tentang zat dengan katagori polutan ini.

Pertama, suatu zat disebut polutan jika,

1. Jumlahnya melebihi jumlah normal.
2. Berada pada waktu yang tidak tepat.
3. Berada di tempat yang tidak tepat.

Kedua, Sifat polutan adalah :

Pertama, Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
Kedua, Merusak dalam waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah, tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Ketiga, Benda yang bisa mengandung polutan dirumah kita, yang bisa saja tidak pernah Anda sadari. Apa saja benda tersebut?

1. Karpet Baru

Saat kita membeli karpet atau pelapis dinding baru biasanya kita mencium bahan kimia yang cukup menyengat. Itu karena karpet baru menyebarkan 4-PC. Bahan kimia ini ada di bagian bawah karpet untuk menjaga karpet tidak rusak selama disimpan di toko. menyengat seperti lem dan cat ini mungkin akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Nmaun, untuk orang yang sensitif terhadap bahan kimia, bau zat kimia ini bisa menimbulkan sakit kepala, batuk-batuk dan suara parau. Untuk pencegahan, saat akan memasang karpet baru, pastikan pintu dan jendela terbuka agar bau bahan kimia bisa keluar langsung dari ruangan. Pakailah masker saat menggelarnya dan jauhkan dari anak-anak.

2. Barang Elektronik dan Produk Plastik

Produk yang terbuat dari polyvinyl chloride akan mengeluarkan phthalates, yaitu zat yang sering dihubungkan dengan penyebab hormon tidak normal dan masalah reproduksi, sedang plastik memicu pelepasan bahan kimia polybrominated diphenyl ether, yang berpotensi menyebabkan perubahan perilaku.

Baca Juga 7 Sumber Polusi Udara di Rumah (Bag Kedua)

Karenanya, saat baru membeli barang elektronik dan produk plastik, beri ventilasi cukup besar di rumah hingga bau kimianya menghilang. Bersihkan menggunakan penyedot debu di komputer, printer dan televisi secara rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *