Wednesday, April 21#PakaiMasker #StayAtHome

Yang Pernah Saya Tanam dan Gagal :)

itu sama seperti membuat kue, dalam arti tidak selalu apa yang kita tanam akan berhasil hidup dan tumbuh sehat. Dalam membuat kue pun begitu, ada kalanya satu resep dicoba langsung jadi namun seringnya satu resep harus dicoba berkali-kali sampai akhirnya sukses. Namun ada kala juga satu resep sudah dicoba berkali-kali dan tetap saja gagal berkali-kali.

Mawar pertama yang mati | Foto oleh Ferona

Untuk berkebun, tanaman yang saya coba berkali-kali untuk dipelihara dan gagal adalah Mawar 😀 Entah mengapa, saya mungkin kurang berjodoh dengan mawar. Karena tiap menanam mawar, hasil akhirnya adalah si mawar selalu memutuskan untuk mati … :((

Mawar kedua yang mati | Foto oleh Ferona

Dua mawar di gambar di atas saya miliki di waktu yang berbeda, dan keduanya telah mati. Saya mencoba berbagai cara yang saya tahu secara otodidak termasuk menuruti nasehat penjual mawar tersebut. Terakhir saya akhirnya keluarkan mawar dari , dan saya tanam di tanah kebun. Perlahan namun pasti, mawar meranggas dan hidup segan mati tak mau selama berminggu-minggu sebelum akhirnya si mawar mati beneran.

Tips Lainnya :   Membuat Pestisida Organik dari Daun Pepaya

Namun hal yang berbeda terjadi pada Bougenville. Yeah mungkin karena Bougenville adalah tanaman yang tahan menderita dan tidak banyak lagu permintaannya.

Bougenville | Foto oleh Ferona

Bougenville ini nyaris tidak saya perhatikan perawatannya selain melakukan pruning atau pemangkasan bila si bougenville sudah terlalu gondrong … tapi mmmpph itu pun kalau saya sempat 😀

Bougenville memiliki corak daun yang indah. Daun berwarna-warni ini sering disalahdugakan sebagai bunga. Padahal bunga bougenville itu cuma putik kecil berwarna putih seperti yang terlihat di foto bagian atas.

Bougenville mengeluarkan daunnya yang berwarna-warni itu sepengamatan saya sama perangainya seperti Adenium, yaitu ketika berada dalam situasi panas terik dan suplai terbatas. Sebaliknya ketika cuaca sering mendung kelabu apalagi ditingkahi dengan curah hujan yang tinggi, maka Bougenville saya pun tak mau mengeluarkan daun berwarna warninya dan memilih untuk konsisten Go Green! 😀

Saya pun pernah tak bisa menahan keinginan untuk membeli sekaligus dua pot tanaman Nepenthes, atau Kantung Semar. Dan saya gagal total dalam upaya mempertahankan hidup kedua Nepenthes ini.

Tips Lainnya :   Membuat Pestisida Organik dari Daun Pepaya
Nepenthes di kala masih segar bugar | Foto oleh Ferona

Kegagalan ini terutama karena saya lupa Nepenthes ini lebih nyaman hidup berada dalam kondisi lingkungan yang lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung. Saya yang kurang informasi ini pun berpikir Nepenthes ini seperti mawar yang suka bermandikan sinar matahari … 😀

Tak heran tak lama kemudian Nepenthes ini pun mengering dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Namun tak seperti mawar, saya belum terobsesi untuk memelihara Nepenthes, sehingga ketika Nepenthes pertama yang saya beli ini mati, saya tidak tergerak untuk membeli Nepenthes kedua. Mungkin nanti 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.