Barang Yang Harus Dibawa Saat Melahirkan di Rumah Sakit

barang yang harus dibawa saat melahirkan di rumah sakit
foto:freeimages.com

Kalau saat ini kehamilan bunda sudah memasuki trimester ketiga, Bunda bisa melahirkan kapan saja. Bila Bunda berencana untuk melahirkan di , sebaiknya Bunda sudah mempersiapkan tas yang isinya barang-barang yang harus bunda bawa.

Barang yang harus dibawa saat melahirkan di rumah sakit ini pada dasarnya adalah barang keperluan bunda menjelang melahirkan dan setelah melahirkan. Selain itu siapkan juga barang keperluan bayi saat pulang ke rumah saja, karena biasanya rumah sakit sudah menyediakan keperluan selama perawatan bayi di sana. Dan juga tak kalah pentingnya adalah barang keperluan suami atau siapa pun yang akan menemani bunda di rumah sakit.

Kemungkinan bunda sudah mengetahui barang yang harus disiapkan. Di artikel ini saya hanya menambahkan keperluan yang menurut saya sangat penting untuk dibawa adalah :

1. Speaker portable mini, boleh bluetooth atau wired yang bisa connect ke HP. Atau earphone.
Hehehe buat apa inii? Kalau buat saya, speaker ini bermanfaat untuk menghibur saat sudah tidak ada lagi pengunjung usai melahirkan. Ataupun saat menunggu proses melahirkan, Bunda bisa mendengarkan musik yang menenangkan. Kalau bunda takut mengganggu teman sekamar, maka earphone bisa kita gunakan. Bila kita punya teman sekamar, earphone juga bisa membantu menghindar dari kebisingan bila teman sekamar kita sedang dikunjungi.

2. Adult diapers pants.
Wahh ini penyelamat banget buat saya. Sewaktu melahirkan anak pertama, saya tidak paham sama sekali tentang adult diapers pants ini. Sehingga saya mengandalkan pembalut maternity yang sangat panjang dan lebar itu. Walau sudah sangat panjang dan lebar, entah kenapa masih saja saya sering mengalami darah nifas yang tembus ke pakaian dalam. Dengan adult diapers pants ini, tidak ada lagi kekuatiran darah nifas yang bocor. Plus poin lainnya adult diapers pants ini bisa menahan air juga. Jadi sehabis melahirkan secara normal, memang rasanya kemampuan menahan pipis belum pulih sepenuhnya. Dengan menggunakan Adult diapers pants, setiap terasa ada keinginan buang air kecil saya tidak perlu terburu-buru loncat ke kamar mandi, karena walaupun terkencing sebelum sampai kamar mandi, tidak akan terjadi kebocoran.

3. Perlengkapan mandi favorit.
Sehabis melahirkan normal, badan letih remuk redam rasanya. Mandi dengan shower menggunakan sabun favorit akan kita memberikan rasa rileks yang menenangkan. Apalagi bun, mandi tenang dan nyaman hanya bisa kita lakukan selama masih di rumah sakit. Begitu pulang ke rumah dan berurusan dengan si newborn, jangankan mandi ala-ala spa begitu, bisa sekedar mandi jebar-jebur aja udah syukur, Bun! Jadi bun, selama di rumah sakit take your time yaaa …

4. Lip balm dan pelembab kulit.
Kita berada di rumah sakit selama 2 – 5 hari, tergantung proses kelahiran yang kita jalani ya bun. Dan selama itu kita akan berada di dalam ruangan ber-AC selama 24 jam. Tak heran kalau kulit pun terasa kering. Itulah sebabnya jangan lupa untuk membawa pelembab bibir dan pelembab kulit andalan kita.

5. Baju pulang.
Selama di rumah sakit, biasanya kita sudah disediakan baju inap yang Busui-friendly. Tapi kalau mau bawa sendiri juga boleh saja. Nah yang penting diperhatikan untuk baju pulang adalah bahwasanya sehabis melahirkan, perut kita itu masih aja buncit seperti hamil 6 bulan. Jadi siapkan pakaian pulang yang longgar. Dan tentunya Busui-friendly alias punya kancing bukaan depan karena si newborn bisa sewaktu-waktu ingin disusui.

6. Breast Pump & Breast Pad.
Biasanya setelah melahirkan, ASI kita memang belum keluar dalam 1-2 hari, dan hanya ada kolostrum yang jumlahnya memang hanya sedikit dan sebisa mungkin kita berikan kepada bayi. Namun bila ASI bunda sudah mulai tumpah ruah di hari kedua atau ketiga, maka bunda akan butuh breast pad supaya saat pulang nanti, baju tidak basah karena ASI. Breast Pump bila bunda sudah miliki dari awal, bisa kita bawa juga untuk bantu merangsang produksi ASI selama di RS.

7. Bawa bantal tambahan.
Seriously, di kamar RS cuma dikasih satu bantal kepala saja. Sementara saya punya kebiasaan tidur dengan guling, jadi saya bawa bantal tambahan. Bantal tambahan ini juga berguna untuk menyangga saat menyusui. Saya kurang cocok dengan bantal khusus menyusui yang menurut saya terlalu keras dan kurang pas di bawah dada sehingga sering salah posisi saat melakukan perlekatan dengan bayi. Bantal biasa lebih cocok buat saya dan bayi.

8. Jilbab bergo panjang.
Khusus yang pakai jilbab, sediakan jilbab bergo panjang ukuran XL yang terbuat dari bahan yang nyaman.

Untuk suami yang akan menemani sebelum dan sesudah persalinan, selain baju ganti, perlengkapan mandi, sajadah dan sarung (untuk muslim), siapkan juga dompet suami (jangan sampai ketinggalan di rumah), charger HP, kamera (bila perlu), dan jangan lupa semua dokumen registrasi rumah sakit, kartu identitas KTP, sekalian bawa Kartu Keluarga kalau mau buat Akta Kelahiran melalui Rumah Sakit dan buku catatan kehamilan kita.

Bunda sebaiknya sudah registrasi Rumah Sakit jauh-jauh hari ya sehingga kalau ternyata kita melahirkan lebih cepat dari jadwal, dan suami sedang tidak siaga di rumah, kita tidak perlu repot mengisi formulir registrasi sembari menahan sakit kontraksi.

Untuk dedek bayi, saya hanya menyiapkan diapers newborn (popok sekali pakai) dan baju pulang saja, karena selama di RS semua kebutuhan bayi sudah dipenuhi rumah sakit. Pastikan saja saat mendaftar di rumah sakit, fasilitas apa saja yang kita terima termasuk hal-hal kecil seperti apakah ada popok bayi, baju bayi, baju ibu selama dirawat dan perlengkapan mandi.

Semoga membantu ya bunda. Jangan lupa begitu masuk trimester 3, siapkan hospital bag atau tas berisi perlengkapan untuk melahirkan di rumah sakit ini ya bun. Saya sudah merasakan manfaat menyiapkan tas ini jauh-jauh hari, karena jadwal saya melahirkan dengan kenyataannya ternyata jauh lebih cepat dan saya bersyukur saat hal itu terjadi saya cuma bilang begini, “Tolong bawain tas coklat besar yang ada d dalam lemari yaaa…” Dan semuanya alhamdulillah lancar tak ada yang tertinggal.