Cara Menyimpan dan Menabung Air Hujan di Rumah

Air bersih adalah kebutuhan sehari-hari yang sangat penting untuk kehidupan kita. Karenanya, kita sudah sewajarnya harus bisa menghemat penggunaan air, sebab selain berkaitan dengan tagihan PAM atau pun tagihan listrik untuk pompa air, kita juga harus peduli dengan persediaan air bersih di masa depan.

Terutama di kota-kota besar, air bersih yang layak konsumsi semakin lama semakin berkurang terutama bagi mereka yang mengonsumsi air yang dipompa dari dalam tanah, sehingga kita bergantung pada air PAM. Bahkan di beberapa tempat dimana belum ada saluran PAM dan air tanahnya pun sudah tercemar, mereka harus membeli air dari penjual air gerobak.

Oleh karena itu bagi yang tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih, baik lewat sedot air tanah atau pun jaringan air PAM, selayaknya juga memikirkan bagaimana menabung air di rumah selain juga melakukan penghematan dalam penggunaan air. Air yang dipompa keluar dari dalam tanah, seyogyanya bisa dikembalikan lagi ke dalam tanah untuk kesinambungan ketersediaan air. Dan para pengambil air tanah, berkewajiban mengembalikan lagi air yang sudah disedot keluar dari dalam tanah ini.

Kamu pun bisa membantu mengembalikan air ke dalam tanah dan mengurangi pemborosan air di rumah anda dengan tips-tips sederhana di bawah ini:

Cara Mengembalikan (menabung) Air Tanah

1. Buat Sumur Resapan

Sumur resapan sangat efektif dibuat untuk menampung air hujan yang berasal dari rumah. Biasanya air hujan dari talang air di rumah diarahkan ke saluran pembuangan air kotor. Saluran air kotor atau got inilah yang seringkali menjadi sumber genangan air karena seringkali got ini tersumbat oleh aneka sampah dan akhirnya air hujan meluber kemana-mana membanjiri sekitarnya.

Jadi sumur resapan ini selain berfungsi untuk menyimpan air hujan, juga berfungsi sebagai penangkal banjir. Tentunya bila sumur resapannya dibuat cukup dalam sehingga debit air hujan yang kadang kala sangat tinggi bisa langsung masuk ke dalam tanah tanpa terhambat. Dan akan lebih efektif bila sumur resapan ini dibuat tidak hanya di satu rumah, tetapi bisa jadi satu gerakan terkoordinasi di dalam satu RT misalnya.

2. Membuat lubang resapan Biopori

Lubang Resapan Biopori adalah bentuk mini dari sumur resapan. Idenya adalah membuat lubang-lubang seukuran paralon 4 inch (10 cm) di tanah-tanah yang padat sehingga mempermudah masuknya air hujan langsung ke dalam tanah.

Tanah terbuka di perkotaan umumnya sudah menjadi tanah yang padat, karena tidak ada aktivitas penghijauan atau proses penggemburan tanah yang biasanya dilakukan oleh hewan-hewan tanah seperti cacing dan teman-temannya. Tanah padat ini bila dijatuhi air hujan, maka air hujan akan sekedar melewatinya saja karena permukaan tanah sangat padat seakan air hujan jatuh ke semen. Oleh karena itu lubang biopori berfungsi sebagai pori-pori yang bisa dilalui oleh air hujan agar ada air hujan yang bisa masuk ke dalam tanah. Karena itu akan lebih efektif bila lubang resapan biopori ini dibuat beberapa buah. Terutama di area terbuka tanah padat yang biasanya ada genangan air.

Lubang resapan biopori juga bisa dibuat di saluran atau selokan yang kerap tersumbat sampah. Lubang biopori dibuat didasar selokan dengan tujuan bila sewaktu-waktu ada hujan yang membawa aliran sampah, masih tetap ada air hujan yang terserap ke dalam tanah.

Cara pembuatan lubang ini sangat mudah, yaitu buatlah lubang berdiameter 10 cm di halaman rumah. Pembuatan lubang biopori bisa dilakukan dengan tongkat biopori. Dalamnya minimal 40 cm – 50 cm, lebih dalam tentunya lebih baik. Agar tanah tidak runtuh menutupi lobang, lubang biopori bisa dimasukkan pipa paralon yang sudah dilubangi dindingnya, dan di permukaannya ditutupi dengan tutup yang juga sudah dilubangi.

Lubang biopori ini bisa kita isi dengan sampah organik yang berasal dari kita. Tujuannya agar tanah bisa kembali menggembur dengan adanya aktivitas makhluk organik yang melakukan dekomposisi sampah organik. Bahkan kalau kita konsisten melakukannya, cacing bisa kembali muncul di tanah padat kita yang sudah mati itu.

Saat hujan turun, lubang ini akan terisi air. Air tersebut akan meresap ke dalam tanah dan diikat sebagai sumber air tanah yang nantinya akan kita butuhkan sebagai suplai air bersih.

3. Perhatikan Waktu Siram Tanaman

Untuk tanaman yang ditanam di dalam pot, lakukan penyiraman tanaman hanya di pagi hari sebelum jam 9 pagi atau malam hari untuk mengurangi evaporasi atau penguapan air. Hal ini terutama sebaiknya dilakukan pada saat musim kemarau.

4. Tutup Permukaan Tanah dengan Daun Kering

Biarkan cabang-cabang rendah pada pepohonan dan semak-semak tumbuh, biarkan juga sampah dedaunan menumpuk di atas tanah. Hal ini untuk menjaga tanah tetap sejuk sekaligus mengurangi penguapan di musim kemarau.

Tentu saja hal ini bisa kamu lakukan bila tumpukan sampah dedaunan tidak mengganggu estetika rumahmu. Metode ini disebut dengan mulsa daun kering. Tips agar mulsa daun kering ini tidak terlihat seperti tumpukan sampah adalah dengan menyingkirkan ranting-ranting kecil dan sebaiknya hanya memilih daun berukuran kecil dari jenis yang sama. Pernah lihat musim gugur di drama korea? Nah kira-kira begitulah permukaan tanah yang ditutupin daun kering sejenis dan seukuran. Indah bukan?

5. Salurkan air AC ke dalam tanah

Air AC di rumah sebenarnya adalah air kondensasi yang bersih dan tidak ada kandungan apapun, seperti layaknya air distilasi. Dan bisa langsung ditampung untuk digunakan misalnya sebagai air baku hidroponik atau aneka kebutuhan rumah. Tapi yang sering jadi masalah adalah pipa saluran air AC itu lambat laun akan kotor akibat yang terhisap ke dalam AC dan akhirnya kita akan melihat ada kotoran dan lendir di dalam tampungan air AC. Oleh karena itu bila kamu tidak bisa memastikan kebersihan air AC di rumah, agar air AC tidak terbuang sia-sia, maka salurkan pipa air AC ke dalam tanah agar meresap langsung ke dalam tanah.

Bahkan untuk AC yang posisinya di tengah ruangan, bila kondisi masih memungkinkan bisa meminta tukang agar membuatkan jalur dengan pipa paralon yang diarahkan ke dalam sumur resapan sederhana di dalam rumah. Dengan seperti ini, air AC pun bisa diserap ke dalam tanah dan tidak terbuang percuma.

Cara Menghemat Penggunaan Air di Rumah

Setelah kita mengupayakan beberapa hal untuk menabung air hujan dan mengembalikan air hujan ke dalam tanah, maka kita juga bisa mengupayakan beberapa hal agar penggunaan air di rumah tidak terbuang percuma.

Yuk, kita simak beberapa tips berikut untuk menghemat penggunaan air di rumah.

1. Pastikan tidak ada kebocoran di keran

Biasakan secara berkala untuk rutin memeriksa kondisi sambungan antara pipa air dan keran di setiap titik saluran air yang ada di dalam rumah. Terkadang kita tidak menyadari ada air yang merembes dari sambungan keran, walaupun keran sudah ditutup. Rembesan ini bila dibiarkan dalam sebulan cukup banyak membuang air percuma.

Dan segera perbaiki keran air yang bocor atau meneteskan air walaupun hanya sedikit.

Segera kontak PDAM jika ada kebocoran air di pipa PAM rumahmu.

2. Buka keran kecil saja

Untuk pengguna air PAM, saat menampung air di bak mandi atau bak penampungan air PAM di rumahmu, maka biasakan membuka keran dengan aliran air yang terkecil. Memang pengisian air akan lebih lama karena itu lakukan hal ini untuk penampungan air yang cukup besar.

3. Evaluasi Tagihan Air

Apabila kamu berlangganan air bersih, periksalah tagihan air di rumah secara rutin, bandingkan dengan tagihan bulan sebelumnya. Sebaiknya kamu membuat evaluasi pemakaian air di rumah, sehingga bisa mengetahui bila ada lonjakan penggunaan air.

4. Tampung Air Hujan

Tampung air hujan dari talang air. Karena air hujan yang ditampung langsung bisa jadi mengandung kotoran yang terbawa dari talang atau atap rumah, maka gunakan saja untuk menyiram tanaman, sepatu, membersihkan garasi, tempat sampah, atau mengepel lantai. Sebaiknya tidak mengonsumsi air hujan yang ditampung langsung karena tidak terjamin kebersihan dan kualitas airnya. Kecuali kamu sudah menampungnya dengan menggunakan tandon yang dilengkapi dengan penyaring kotoran.

Demikian tips untuk menabung air hujan dan menghemat penggunaan air di rumah. Bila dilakukan secara konsisten dan menjadi gerakan masyarakat, maka upaya kita mengembalikan air ke dalam tanah akan lebih efektif dan terasa manfaatnya untuk ketersediaan air selalu di dalam tanah dan menghindari banjir tiap kali terjadi hujan lebat di area rumah kita.

Cek Yang Ini:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.