Wednesday, April 21#PakaiMasker #StayAtHome

Membuat Area Resapan Biopori di Taman Mungil

Membuat area resapan saat ini sudah menjadi keharusan, terutama bila kita masih mengambil air tanah untuk kebutuhan sehar-hari. Namun bila pun kita sudah menggunakan air berbayar, tidak ada salahnya kita membuat sumur resapan atau lubang resapan di rumah. Karena dengan cara yang sederhana ini, kita bisa membantu mengembalikan air ke dalam tanah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Cara membuat lubang resapan air di mungil yang paling sederhana adalah dengan membuat lubang resapan biopori.

Lubang resapan biopori ini maksudnya adalah membuat lubang-lubang dengan diameter kecil di taman sehingga air bisa cepat diserap oleh tanah. Selain itu lubang biopori ini juga bisa diisi sampah organik yang akan membusuk secara alami menjadi kompos.

Lubang resapan biopori bisa dibuat dengan alat bor biopori berdiameter 10 cm. Dengan alat biopori ini, lebih mudah dalam membuat lubang berdiamater kecil,dengan kedalaman sekitar 60 – 90 cm.

Lubang resapan biopori ini bisa diisi dengan sampah organik berupa daun dan ranting kering. Jumlah lubang yang disarankan disesuaikan dengan curah hujan dan luas lahan. Sebagai perkiraan, untuk luasan sekitar 100 m2 dengan curah hujan 50 mm/jam, jumlah lubang biopori yang disarankan sebanyak 28 lubang.

Tips Lainnya :   Membuat Pestisida Organik dari Daun Pepaya

Selain itu untuk menghindari lubang biopori ini menjadi berbau dan berbelatung maka jangan meneruskan membuat lubang jika tanahnya berair karena sampah organik yang dimasukkan akan mengeluarkan tidak sedap, sebab sampah organik tersebut tidak dapat diproses oleh mikroorganisme dalam tanah.

Sebaliknya jika tanah yang dilubangi adalah tanah yang sudah terlanjur mengeras dan padat, cobalah untuk diberi air lalu ditinggal dulu beberapa saat agar tanah melunak dan lebih mudah untuk dilubangi.

Lubang resapan Biopori bisa ditutup dengan ukuran kecil yang dilubangi dasarnya atau menggunakan pipa paralon agar tidak mudah runtuh dan bisa dibuatkan penutup untuk lubang tersebut.

Kalau lubang biopori tersebut belum penuh terisi dengan sampah organik, maka mulut lubang resapan biopori bisa ditutup dulu untuk mencegah material lain yang tidak diinginkan masuk ke dalam lubang tersebut.

Yang saya lakukan di taman mungil saya lebih praktis. Karena tanah di taman saya sudah mengeras, maka saya membuat lubang biopori dengan tujuan agar air lebih cepat masuk ke dalam tanah. Selain itu saya juga ingin memasukkan sampah daun kering ke dalam lubang tersebut sebab saya tidak memiliki wadah composting di rumah.

Tips Lainnya :   Membuat Pestisida Organik dari Daun Pepaya

Lubang resapan biopori yang sudah ditutup tanahOleh karena itu saya tidak melapis lubang biopori di taman saya dengan paralon. Jadi setelah lubang tersebut penuh dengan sampah daun kering, maka akan langsung ditutup dengan sisa tanah yang ada.

Cara saya ini membuat saya agak kerap melubangi tanah dan memang lubang tersebut dibuat hanya ketika ada sampah organik yang harus dimasukkan ke dalam lubang.

Dengan cara ini penyerapan air ke dalam tanah melalui taman mungil di rumah saya bisa lebih cepat, walaupun tanah di taman tersebut sudah mulai mengalami pemadatan.

Apabila Anda membutuhkan lubang resapan biopori yang lebih permanen dan tidak perlu sering-sering melubangi tanah, maka solusinya adalah dengan membuat tutup pada lubang biopori akan lebih memudahkan Anda.