Tips Membuat Kebun Organik di Rumah

Seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mulai mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan organik, tak heran kini para pekebun urban pun sudah mulai membuat kebun organik mini di belakang rumah. Sebenarnya apa dan bagaimana kebun organik itu?

Kebun organik sebenarnya mengarah kepada cara merawat kebun yang menghindari penggunaan bahan kimiawi baik sebagai pupuk maupun pembasmi hama tanaman (pestisida) yang menggunakan bahan-bahan kimia. Kesuksesan kebun organik bergantung pada penggunaan jenis tanaman yang tepat, kualitas tanah yang baik, dan lingkungan yang memungkinkan hewan memangsa hama tanaman yang merugikan secara alami.

Prinsip Dasar Kebun Organik

Dalam mengelola kebun organik, mau tidak mau kita harus mengubah cara pandang kita tentang bagaimana tanaman itu mendapatkan nutrisinya. Bila selama ini kita berpikir menyuburkan tanaman dengan cara memberikan pupuk yang dapat diserap langsung tanaman, maka dalam berkebun organik cara pandang ini mesti kita luruskan terlebih dahulu.

Berkebun organik menganut prinsip menyuburkan tanah. Tanah yang suburlah yang akan memberikan makanan kepada semua tanaman yang tumbuh di atasnya. Tanah yang subur adalah tanah yang mengandung cukup banyak material organik. Material organik dalam hal ini adalah segala makhluk hidup baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata yang ada di dalam tanah. Material organik inilah yang kita “beri makan”, karena merekalah yang nantinya akan menyuplai nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kita.

Tanah yang subur adalah tanah yang “hidup”. Di dalamnya hidup milyaran bahkan trilyunan makhluk halus tak kasat mata, selain tentunya aneka hewan lainnya yang kasat mata seperti cacing, kaki seribu, rayap, kumbang tanah dan lain sebagainya. Semua makhluk hidup ini yang bekerja sama menyuburkan tanah. Karena itulah dalam berkebun organik, kita dilarang menggunakan bahan kimia karena bisa membunuh semua makhluk hidup ini.

Tips Lainnya :   Cara Memilih Jenis Bahan Pot Tanaman Yang Tepat

Yuk kita bahas beberapa prinsip dasar dalam berkebun organik di bawah ini.

1. Pengendalian Hama Tanpa Pestisida Kimia

Tanaman tumbuh subur di lahan organik | Daniel Hajdacki – Unsplash

Kebun jenis apapun yang dikelola di lahan terbuka, pastilah akan mengundang kehadiran hama. Namun janganlah menganggap hama ini hanya sebagai pengganggu tanaman kita saja, karena pada dasarnya kehadiran hama di alam ini adalah bagian dari keseimbangan alam. Hama sejatinya adalah sumber makanan untuk hewan lainnya. Peristiwa makan memakan di alam ini bila tidak diinterupsi manusia, akan membuat ekosistem yang seimbang. Dalam ekosistem yang tidak ada campur tangan manusia, tidak dijumpai adanya hama. Karena populasi hama dikontrol oleh populasi hewan predator atau pemangsanya. Dengan jumlah yang seimbang, ledakan hama tidak terjadi dalam ekosistem yang seimbang.

Masalah hama yang terjadi dan mulai menjadi masalah buat kita adalah ketika populasi hama ini meningkat dengan sangat cepat sehingga merusak tanaman kita dalam jumlah yang kita tidak bisa tolerir. Selama ini kita tidak mengetahui alternatif solusi pengendalian hama selain dari menyemprot mereka dengan cairan beracun yang kita sebut pestisida. Cairan beracun itu bukan saja bisa membunuh hama tapi juga membunuh hewan predatornya. Dan juga bisa juga membunuh kita secara perlahan dengan menimbulkan penyakit.

Tips Lainnya :   Tips Berkebun di Kantor

Populasi hama di kebun kita menjadi tak terkendali, bisa jadi karena memang tidak ada faktor penyeimbangnya, yaitu hewan lain yang memangsa mereka.

Contoh hama dan pemangsanya adalah bekicot atau siput. Di musim hujan begini, biasanya tiba-tiba entah darimana bermunculan hewan lunak ini melalap daun-daun sayuran kita di kebun. Siapa pemangsa efektif bekicot ini? Yaitu adalah bebek. Cuma di kebun mungil kita ini manalah mungkin kita memelihara bebek ya, lalu bagaimana solusinya?

Solusi pengendalian hama secara organik tergantung pada jenis hamanya. Untuk hama seperti siput atau bekicot, bisa dilakukan teknik memancing mereka ke suatu wadah yang berisi air dengan tujuan menenggelamkan mereka. Cara lain juga bisa dengan meletakkan kardus lembab di kebun dan di pagi hari diangkat untuk mengambil dan mengumpulkan siput-siput yang berkumpul di situ.

Selain bekicot, hama lainnya adalah ulat. Cara cukup efektif yang pernah terjadi di kebun saya adalah dengan membiarkan burung memangsa ulat tersebut. Sebagian besar pekebun organik mengusir serangga dengan menggunakan semprotan air yang cukup kencang, menghalau hama dengan cara menutup tanaman menggunakan kain atau pagar, serta mencabut gulma dengan tangannya daripada menggunakan herbisida atau pun pestisida.

2. Menghidupkan Tanah dan Pembuatan Kompos

Sisa Dapur Yang Segar Untuk Bahan Pembuatan Kompos | Denise Nys – Pexels

Selain pencegahan hama, mendaur ulang nutrisi tanah dengan membuat kompos juga merupakan langkah penting dalam merawat kebun organik. Pupuk sintetis terkadang memiliki kandungan garam atau bahan lainnya yang dapat mematikan mikroorganisma penting di dalam tanah. Sebaliknya kompos mampu untuk mengembalikan kandungan nutrisi dalam tanah yang diambil oleh akar tanaman. Dan mengompos juga menjadi solusi sampah organik kebun kita yang biasa berupa daun kering atau buah busuk. Siapkan komposter dan pelajari aneka cara mengompos yang mudah dan murah.

Tips Lainnya :   Kelebihan dan Kekurangan Pestisida Organik

Bila bahan-bahan kompos berubah bentuk menjadi remah-remah berwarna gelap, itu berarti kompos telah siap digunakan. Beberapa orang membuat “teh” kompos dengan merendam kompos yang sudah jadi di dalam air hangat, lalu menyaringnya untuk menghasilkan cairan penyubur. Cairan ini dapat digunakan untuk menyemprot bunga dan sayuran. Hal penting lainnya adalah memerhatikan kekuatan tanaman.

3. Konservasi Air

Konservasi air disini bisa kita maknai sebagai tindakan bijaksana dari kita dalam memanfaatkan sumber air untuk kebun kita.
Berkebun organik membutuhkan pemahaman akan pentingnya merawat dan mengelola sumber daya alam yang kita miliki, termasuk air dan tanah.

Anda juga mungkin harus melakukan beberapa langkah konservasi, seperti menampung air hujan, mengurangi sampah yang dapat mencemari tanah dan memastikan hujan lebat tidak menyebabkan erosi di kebun organik Anda di rumah.

Selamat berkebun!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Lainnya