Tips Mengganti Pot Tanaman

Bunda, istilah repotting mungkin masih asing ditelinga kita, meski tidak di telinga para pecinta tanaman. Repotting alias mengganti adalah urusan yang terkesan sepele, namun ternyata cukup punya peran dan menentukan pertumbuhan tanaman, bahkan tanaman kita akan terlihat lebih bagus.

Namun, sebagian orang masih merasa repot untuk melakukannya, padahal dengan langkah yang tepat kita bisa lakukan hal ini dengan sangat mudah dan cepat. Simak langkah-langkah berikut ini.

1. Masa Penggantian

Perlu di ingat bahwa tanaman wajib direpotting jika media tanamnya sudah terlalu lama, jenuh, atau terdekomposisi. Hal ini terlihat dengan terlihat hancur dan memadat.

Jika hal ini terjadi, tanaman umumnya akan berhenti tumbuh karena perakaran tak jalan atau bahkan mati. Saat ukuran tanaman yang sudah tak sesuai dengan pot, maka wajib dipindahkan sekaligus ganti pot. Akar tanaman sudah penuh dan tak bisa lagi tumbuh memanjang. Sebagai patokan waktu secara sederhana, kita lakukan repotting dua kali setahun.

Tips Lainnya :   Memanfaatkan Botol Parfum Bekas

2. Memilih Pot

Siapkan pot baru yang sesuai dengan ukuran tanaman. Tidak ada ukuran pasti berapa perbandingan ukuran pot dengan besar tanaman.

Catatan pentinganya adalah ada ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar. Jenis pot apapun bisa dipakai, hanya kita pastikan bagian bawahnya ada lubang pembuangan air.

3. Memilih

Syarat utamanya adalah porus, namun media harus tetap mampu menyimpan air. Sesuaikan komposisi campuran media dengan karakter tanaman. Sebagai contoh, tanaman philo bisa menggunakan campuran coco chip dan akar pakis, namun alokasia dan keladi hias butuh media agak lembap, kita bisa memakai sekam bakar dan andam.

Jika Anda sering menyiram tanaman, pastikan media tanamnya cukup porus, sebaliknya jika agak malas menyiram ada baiknya pakai media yang lebih mampu menahan air.

4. Balikkan Pot

Kalau pot dan media sudah siap, pemindahan bisa dimulai. Cabut tanaman dengan jalan membalik pot dengan disangga tangan dan tarik pot lama sampai lepas. Jika dan akar masih bagus, tanaman bisa langsung ditanam dengan media lamanya.

Tips Lainnya :   Tanaman Pengusir Hama

5. Periksa Perakaran

Jika tak lagi bagus, ganti total dan bersihkan media lama dari akar tanaman. Langkah sama dilakukan jika akar rusak dan banyak mati. Periksa perakarannya; potong akar yang mati.

Tanda akar mati adalah warnanya coklat, berbeda dengan akar sehat yang berkelir putih cerah, kadang ada semacam lapisan yang menyelubungi akar.

6. Tanam Kembali

Tanam dalam pot baru, bagian dasar pot diberi alas atau media kasar. Fungsinya memudahkan air keluar dari pot melalui lubang drainase, sekaligus menyangga tanaman supaya posisinya tak terlampau tenggelam dalam pot baru. Tambahkan media sampai pot penuh. Ingat, tanahnya jangan terlalu ditekan supaya tak terlalu padat dan udara bisa bersirkulasi.

7. Percantik Permukaan

Campuran media terkadang terlihat kurang menarik. Maka, supaya tampak rapi, beri hiasan permukaan media. Jika mau lebih natural bisa ditutup dengan media tanah murni semisal coco chip. Bermacam bahan juga bisa dipakai mulai dari pasir malang sampai batu koral hias.

Tips Lainnya :   Tips Agar Sampah Organik Cepat Jadi Kompos

8. Penyiraman dan

Setelah selesai, siram media tanam. Hal ini sekaligus mengecek apa lubang drainase di bawah pot berfungsi sempurna. Tambahkan sebagai sumber nutrisi.

slow release bisa kita berikan sebelum permukaan media dirapikan. Kalau mau praktis, lakukan secara bersamaan pemupukan dengan penyiraman. Tidak harus setiap menyiram, air dicampur pupuk. Cukup lakukan pemupukan seminggu dua kali, dengan konsentrasi pupuk yang ringan.

Hola menarik bukan? Selamat bertanam Bunda 🙂

Cek Yang Ini:

1 Comment

  • Yeni

    Kemarin sore saya mengganti pot bunga mawar saya. Akarnya masih sehat tetapi tidak sengaja terpotong sedikit ketika memindahkannya dari pot yang lama. Medianya tidak saya ganti karena baru diganti 3 bulan yang lalu. Tadi pagi, tanaman tetap tumbuh tegak seperti biasanya. Tapi setelah pulang sekolah (pukul 11) tanaman saya jadi layu. Menurut Bapak apa penyebabnya? Lalu bagaimana cara merawatnya? Apakah masih tetap bisa hidup? Mohon bantuannya, Pak. Terima kasih.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.