Kiat Menyewa Jasa Tukang Bangunan (Bag Pertama)

Ilustrasi Tukang Bangunan | Img:freeimages.com
Ilustrasi Tukang Bangunan | Img:freeimages.com

Saat membangun rumah, kita memerlukan tukang dan mandor. Ada dua sistem biasanya yang digunakan, yaitu sistem upah harian atau borongan. Kedua sistem ini memiliki kekurangan dan kelebihan; sebab hal itu tergantung dari cara kerja tukang dan pemahaman kita tentang tata kerja dan tahapan dalam membangun rumah.

Harus kita sadari, jika pemahaman kita kurang, terlebih kita tidak mempelajari dulu, menyewa jasa tukang bangunan dengan sistem yang salah bisa membuat biaya menjadi bengkak. Ada yang memakai upah borongan, namun hasil kerjanya mengecewakan. Ada juga yang memakai tenaga harian, namun tukangnya bekerja lamban dan terkesan dia hanya menghitung jam.

Jadi, bagaimana kita sebaiknya dalam mempekerjakan tukang?

Sebagai permulaan kita harus menyadari dalam pembangunan rumah, kita memerlukan kerjasama yang baik antara pekerja, pengawas dan Anda sebagai pemilik rumah. Pekerjaan sangat penting disepakati akan dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan susunan rencana kerja. Karena itu, kita perlu manajemen proyek yang akan mengatur keseluruhan proses dan tahapan pembangunan.

Di sisi lain, ada pekerjaan yang ternyata bisa dilakukan secara bersamaan dan sebaliknya, ada pekerjaan yang harus dikerjakan secara bergantian. Pengetahuan hal ini akan sangat berarti bagi Anda.

Sebab, akan lebih baik Anda untuk pekerjaan ini memakai tukang harian. Hal ini untuk menghindari ada tukang yang menganggur, tapi Anda tetap membayar upahnya per-hari.

Berikut kita pelajari lebih jauh beberapa kategori pekerjaan yang ada dibawah ini.

Pertama, Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan secara bersamaan.

1. Ketika sebagian tukang mengerjakan pondasi batu, sebagian yang lain bisa membuat tulangan pembesian sloof dan kolom beton.

2. Di waktu yang sama, kita mulai menyiapkan kusen, agar pada saat dibutuhkan, kusen pintu dan jendela sudah siap tersedia.

3. Ketika tukang batu memasang bata, tukang kayu bisa menyiapkan pembuatan kerangka atap (yang berbentuk seperti kuda-kuda), sehingga saat bata sudah full terpasang, tukang kayu bisa langsung melakukan pemasangan.

4. Saat pemasangan reng genteng, tukang kayu bisa sekalian melakukan pemasangan kerangka plafon.

5. Saat tukang kayu bekerja diatas (memasang genteng), tukang batu bisa mengerjakan plesteran.

Baca Juga Kiat Menyewa Jasa Tukang Bangunan (Bag Kedua)

Kedua, Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan secara bergantian.

1. Pekerjaan pemasangan bata dilakukan secara bergantian dengan pengecoran kolom beton.

2. Pekerjaan pemasangan plafon dilakukan secara bergantian dengan pemasangan instalasi listrik.

3. Pekerjaan pemasangan instalasi air dilakukan bergantian dengan pekerjaan plesteran.

Bagaimana, ternyata cukup banyak hal yang harus diperhatikan bukan? Semoga bermanfaat dan selamat memilih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *