Tips Memilih Ikan Koi Yang Sehat

ikan koi di dalam kolam
di dalam | foto:freeimages.com

Siapa yang tak terhibur melihat keelokan ? Keindahan sisiknya memikat pecinta ikan hias di seluruh dunia. Selain dengan menikmati keindahan , adanya kolam dengan suara kecipak air merupakan cara ampuh untuk meredakan stress.

Ikan hias ini memiliki sifat menarik yaitu ikan Koi dapat mengenali orang yang memelihara mereka. Bila mereka merasa tidak nyaman dengan orang asing, ikan Koi menyatakannya dengan berenang di dasar kolam.

Merawat ikan Koi membutuhkan ketelatenan agar ikan kesayangan tersebut selalu sehat. Perawatan ikan Koi dimulai dari memilih ikan Koi di tempat penjualannya. Carilah penjual ikan Koi yang kolamnya terawat dengan baik. Air yang berbuih di dalam kolam bisa jadi pertanda kolam tersebut kurang sehat dan ikan di dalamnya bisa jadi membawa penyakit.

Jangan sampai terkecoh membeli ikan Koi yang sakit. Ikan Koi yang tidak sehat cenderung berenang menyendiri di dasar kolam dan terlihat lemas. Pilihlah ikan Koi dengan sisi berwarna cerah dan ikan Koi bergerak lincah. Ikan Koi yang sehat terlihat memiliki garis punggung yang lurus dan ketika meliuk, lengkungan tubuhnya terlihat wajar.

Ohya, dalam membeli ikan Koi, jangan lupa memperhitungkan luas kolam yang dimiliki. Idealnya hanya ada 1-2 ekor ikan koi dalam 1 ton air. Kalau dipaksain terlalu banyak ikan, dapat membuat ikan koi lebih rentan terhadap penyakit.

Ikan koi yang baru Anda beli, jangan langsung dimasukkan ke dalam kolam dan bercampur dengan ikan lainnya yang sudah ada. Koi yang baru dibeli biasanya mengalami stress karena perjalanan jauh dan ditempatkan dalam kantong plastik dengan persediaan oksigen terbatas. Sebaiknya ikan koi baru ini dikarantina dulu selama dua minggu. Selain mengurangi stress, karantina juga mencegah ikan koi baru menularkan penyakit kepada ikan yang sudah ada.

Tips ini sudah dibaca 1656 kali