Review Produk | 240 views

Pure-It alternatif penyedia air minum

Bisnis Online dari Rumah

Awalnya saya juga pelanggan rutin Aqua Galon seperti kebanyakan orang lainnya. Tetapi ketika lebaran yang lalu, terjadi krisis Aqua Galon di sekitar rumah, saya mulai berpikir kenapa saya ketergantungan dengan Aqua untuk kebutuhan air minum saya ya?

Sebenarnya air tanah di rumah saya kualitasnya cukup baik. Bahkan seringkali untuk kebutuhan masak, saya tidak menggunakan air Aqua melainkan dengan air tanah saja. Jadi saya pikir, ya sudahlah daripada saya jadi ketergantungan dengan Aqua galon itu, lebih baik saya kembali ke konsumsi air tanah. Di rumah pun saya juga sudah membuat sumur resapan sehingga tiap hujan terjadi pengisian kembali air ke dalam tanah.

Akhirnya mulailah prosedur masak air untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai akhirnya saya melirik display Pure It di salah satu hipermarket. Hmmm harganya “cuma” lima ratus ribu rupiah sementara water purifier lainnya yang dipajang di belakangnya seharga mulai dari 2.5 juta sampai dengan 5 juta. Kok murah?

Singkat kata, saya pun googling dan membaca aneka review dari pengguna Pure It yang kebanyakan berasal dari India (yeah Pure It awalnya katanya sih memang dari India), dan melihat ini dibuat oleh Unilever, okelah saya percaya. Saya memutuskan untuk membeli Pure It.

Dan ini review saya.

Saya beli Pure It tanggal 19 September, dan sampai saya menulis review ini, saya belum pernah sakit perut sama sekali akibat dari mengonsumsi air dari Pure It.

Dimensi Pure it cocok sekali menempati kaki dispenser saya yang lama, so saya gak perlu pusing mau menempatkan si Pure it.

Keluhan saya adalah sebagai berikut: Air dari Pure-It setelah dituang lalu keluar dari rembesan yang di container bagian bawah, kemudian langsung dikonsumsi maka saya katakan dengan yakin bahwa airnya sama sekali tidak berbau dan tidak berbeda dengan air galonan yang dulu biasa saya beli. Akan tetapi ketika air yang ada di container bagian bawah dibiarkan lebih dari 4 jam, maka bila dikonsumsi akan menyisakan bau seperti bau kaporit gitu deh … sehingga biasanya kalau saya melihat ada sisa air pure it semalaman di container bawah, saya pasti ambil airnya untuk dipake nyuci baju *eh. Iya, jadi saya gak mau minum air berbau kaporit itu, so airnya diambil dan dipakai buat kebutuhan lain saja.

Kapasitas Pure It ini 9 liter, dan biasanya memang saya tidak pernah habis 9 liter dalam sehari, so selalu ada air yang tidak saya konsumsi sebab berbau kaporit. Daaan di container beningnya ini meninggalkan lapisan putih seperti kerak tipis begitu. Hmmm itu apa ya? Sampai tulisan ini dibuat, saya belum mulai membersihkan container bening Pure-It.

Review saya cukupkan dulu sampai di sini dan akan saya lanjutkan lagi ketika saya sudah membersihkan container bening Pure-It yaa ….



1 comment to Pure-It alternatif penyedia air minum

  • Yuangga

    Halo.
    Kasusnya kok hampir sama ya. Saya sudah hampir 1 bulan ini pakai Pure-it. Saya pakai air dari keran PDAM yang memang biasanya berbau kaporit. Saya menduga mungkin kaporit ini ada hubungannya lapisan tipis (seperti kerak) yang mengambang di permukaan air di kontainer yang bawah (bening. Saya sudah tilpun Customer Servicenya. Katanya sih dijamin tidak berbakteri. Tapi mereka belum tahu tentang apakah penyebab dari kondisi itu. Mereka juga menawarkan kunjungan teknisi, namun belum terealisasi sampai sekarang.
    Saya berpikir untuk engganti air PDAM dengan air sumur. Cuman air sumur saya kurang begitu bagus kayaknya karena mengandung bakteri e-coli berdasarkan tes laborat.
    Trims sharenya.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

7 Tips Rahasia Bisnis Online