Pure-It alternatif penyedia air minum

Pure it Unilever - Tipsrumah.com(Tahun 2012) Awalnya saya juga pelanggan rutin Aqua Galon seperti kebanyakan orang lainnya. Entah karena trend atau alasan kepraktisan, maka memiliki dispenser Cold-Hot dengan Aqua Galon yang nangkring di atasnya menjadi salah satu home appliances wajib punya.

Tetapi ketika lebaran yang lalu, terjadi krisis Aqua Galon di sekitar rumah, saya mulai berpikir kenapa saya jadi ketergantungan dengan Aqua untuk kebutuhan air minum saya ya?

Sebenarnya air tanah di rumah saya kualitasnya cukup baik. Bahkan seringkali untuk kebutuhan masak, saya tidak menggunakan air Aqua melainkan dengan air tanah saja. Jadi saya pikir, ya sudahlah daripada saya jadi ketergantungan dengan Aqua galon itu, lebih baik saya kembali ke konsumsi air tanah. Di rumah pun saya juga sudah membuat sumur resapan sehingga tiap hujan terjadi pengisian kembali air ke dalam tanah.

Akhirnya dimulailah prosedur masak air tanah untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai akhirnya saya melirik display Pure It di salah satu hipermarket. Hmmm harganya “cuma” lima ratus ribu rupiah sementara water purifier lainnya yang dipajang di belakangnya harganya mulai dari 2.5 juta sampai dengan 5 juta. Kok murah ya si Pure IT?

Singkat kata, saya pun googling dan membaca aneka review dari pengguna Pure It yang kebanyakan berasal dari India (yeah Pure It awalnya katanya sih memang dari India), dan melihat ini dibuat oleh Unilever, okelah saya percaya. Saya memutuskan untuk membeli Pure It.

Dan ini review saya.

Saya beli Pure It tanggal 19 September 2011, dan sampai saya menulis review ini, saya belum pernah sakit perut sama sekali akibat dari mengonsumsi air dari Pure It.

Dimensi Pure it cocok sekali menempati kaki dispenser saya yang lama, so saya gak perlu pusing mau menempatkan si Pure it.

Keluhan saya adalah sebagai berikut: Air dari Pure-It setelah dituang lalu keluar dari rembesan yang di container bagian bawah, kemudian langsung dikonsumsi maka saya katakan dengan yakin bahwa airnya sama sekali tidak berbau dan tidak berbeda dengan air galonan yang dulu biasa saya beli. Akan tetapi ketika air yang ada di container bagian bawah dibiarkan lebih dari 4 jam, maka bila dikonsumsi akan menyisakan bau seperti bau kaporit gitu deh … sehingga biasanya kalau saya melihat ada sisa air pure it semalaman di container bawah, saya pasti ambil airnya untuk dipake nyuci baju *eh. Iya, jadi saya gak mau minum air berbau kaporit itu, so airnya diambil dan dipakai buat kebutuhan lain saja.

Kapasitas Pure It ini 9 liter, dan biasanya memang saya tidak pernah habis 9 liter dalam sehari, so selalu ada air yang tidak saya konsumsi sebab berbau kaporit. Daaan di container beningnya ini meninggalkan lapisan putih seperti kerak tipis begitu. Hmmm itu apa ya? Sampai tulisan ini dibuat, saya belum mulai membersihkan container bening Pure-It.

Review saya cukupkan dulu sampai di sini dan akan saya lanjutkan lagi ketika saya sudah membersihkan container bening Pure-It yaa,

UPDATE Tahun 2015:
Tak terasa Pure It di rumah saya sudah berusia 3 tahun dan selama itu pula saya belum juga mengganti filter Pure It tersebut.

Germkill Indicator pada Pure IT yang sudah digunakan selama 3 tahunSaya belum lakukan penggantian karena pada indikator di Pure It tersebut tidak menunjukkan tanda bahwa Filter sudah harus diganti seperti terlihat pada foto di samping.

Apakah Pure It saya masih aman untuk tetap digunakan? Sejauh ini air di Pure It masih tetap saya konsumsi, dan bau kaporit seperti yang saya keluhkan di bagian atas artikel ini sudah tidak lagi pernah terasa dan tercium baunya.

Selain belum mengganti GermKill, saya juga belum mengganti filter kain yang ada di bagian atas dari Pure It. Karena memang terlihat belum berubah warna, maka sampai sekarang saya belum terpikir untuk membersihkannya. Menurut petugas Pure It dahulu yang melayani pertanyaan saya seputar perawatan Pure It, bila sudah terlihat berubah warna maka filter kain ini sebaiknya dibersihkan dengan cara dicuci dengan air bersih.

FIlter Kain Pure It yang belum berubah  warna setelah digunakan selama 3 tahunFilter kain masih terlihat belum berubah warna kemungkinan besar karena memang air tanah di rumah saya kondisinya masih bersih dan bening. Namun saya juga mencoba melihat kemungkinan adanya jamur yang tumbuh di filter kain itu, tapi memang tidak terlihat. Mungkin karena filter kain itu jarang dalam kondisi basah terendam air. Begitu air mengalir turun, maka tidak ada lagi rendaman air yang merendam filter kain tersebut.

Artikel dalam Serial ini: 3 Cara Merawat Kulkas AwetTips Aman menggunakan Microwave

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *