Kiat Menyewa Jasa Tukang Bangunan (Bag Kedua)

Ilustrasi Uang | Img:freeimages.com
Ilustrasi Uang | Img:freeimages.com

Saat membangun rumah, kita memerlukan tukang dan mandor. Ada dua sistem biasanya yang digunakan, yaitu sistem upah harian atau borongan. Kedua sistem ini memiliki kekurangan dan kelebihan; sebab hal itu tergantung dari cara kerja tukang dan pemahaman kita tentang tata kerja dan tahapan dalam membangun rumah.

Harus kita sadari, jika pemahaman kita kurang, terlebih kita tidak mempelajari dulu, menyewa jasa tukang bangunan dengan sistem yang salah bisa membuat biaya menjadi bengkak. Ada yang memakai upah borongan, namun hasil kerjanya mengecewakan. Ada juga yang memakai tenaga harian, namun tukangnya bekerja lamban dan terkesan dia hanya menghitung jam.

Berikut ini beberapa kiat untuk memahami hal-hal dasar tentang permasalahan dalam menyewa jasa tukang bangunan. Tulisan ini adalah bagian kedua dari Kiat Menyewa Jasa Tukang Bangunan.

Ketiga, Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan secara berurutan.

1. Pemasangan sloof beton dilakukan setelah pemasangan pondasi batu.

2. Pekerjaan plesteran dilakukan setelah pemasangan bata.

Selain harus cermat mengenali katagori pekerjaan di atas, Anda harus pandai memilih tukang berpengalaman, karena yang akan menentukan kualitas dan kerapian pengerjaan rumah Anda adalah para pekerja alias tukang. Kesalahan memilih tukang akan membuat hasinya mengecewakan dan ini sering terjadi pada proyek pembangunan rumah pribadi.

Untuk masalah ini, sebelum mempekerjakan mereka, Anda sebaiknya mendapat rekomendasi dari orang yang mempekerjakan mereka sebelumnya atau melihat mereka bekerja di tempat lain.

Setelah mendapatkan pilihan, tahapan Anda melakukan negosiasi apa Anda akan menggunakan sistem upah harian ataukah borongan.

Baca Juga Kiat Menyewa Jasa Tukang Bangunan (Bag Pertama)

Perbandingan sistem harian dengan sistem borongan dibawah ini bisa Anda jadikan pertimbangan.

  • Upah sistem borongan lebih murah daripada harian.
  • Namun, pekerja borongan terkadang kurang memperhatikan kerapian, karena ingin mempercepat waktu selesai.
  • Pekerja harian terkadang bekerja lamban, untuk memperbanyak jumlah hari kerja.
  • Pekerja harian bisa lebih hemat, hal ini jika Anda bisa melakukan pengawasan setiap hari.
  • Pekerja borongan bisa bekerja rapi jika Anda melakukan pengawasan ketat. Tentu Anda harus tahu dulu tatacara dan tahapan serta kategori pekerjaan.
  • Terakhir, jika hasil yang kurang memuaskan dan Anda harus memutuskan untuk memberhentikan, pekerja harian lebih mudah diberhentikan.

Jika memutuskan untuk memakai sistem upah harian, Anda harus pandai membaca pekerjaan dan kebutuhan terhadap pekerja. Ada beberapa jenis pekerjaan yang memerlukan banyak pekerja dan ada yang hanya memerlukan sedikit pekerja.

Selain memakai tukang ahli, Anda memerlukan tenaga pembantu (kenek). Untuk lebih hemat, Anda bisa menggunakan rumus 1 kenek untuk 2 tukang dan rumus hasil rata-rata satu pekerja per-hari sebagai berikut.

  • Pasangan batu pondasi : 3 m³ – 4 m³
  • Pasangan bata : 3 m³ – 5 m³
  • Plesteran dinding : 3 m³ – 4 m³
  • Pemasangan plafon : 7 m³ -10 m³
  • Pengecatan : 17 m³ – 20 m³

Dengan mengetahui rumus diatas, Anda bisa memutuskan apa akan memakai tukang harian atau tukang borongan.

Namun, ada cara yang lebih mudah terutama untuk Anda yang sibuk dan hanya punya sedikit waktu, yaitu dengan menyerahkan kepada seorang kontraktor yang Anda percaya dan telah ketahui hasil kerjanya.

Anda hanya tinggal menunggu hasilnya atau dengan ungkapan lain; tinggal menerima kunci. Hal ini lebih mudah dan mungkin lebih mahal dari sisi materi, tetapi Anda terbebas dari kerepotan di atas.

Bagaimana, menarik bukan? Semoga bermanfaat dan selamat memilih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *