9 Kiat Memilih Media Tanam (Bag Kedua)

Ilustrasi Adenium | Img:freeimages.com
Ilustrasi Adenium | Img:freeimages.com

Bunda, bagi kita yang suka , pasti memahami bahwa bagi tanaman, media tanam memliki banyak peran. Media tanam merupakan tempat bertumpu agar tanaman bisa berdiri tegak. Zat yang terkandung didalamnya adalah hara, air, dan udara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Tiap jenis media tanam memiliki kemampuan menyimpan hara, air, dan udara yang berlainan. Tanaman juga memiliki aturan yang sama, yaitu tiap jenis tanaman membutuhkan persyaratan hidup yang berbeda.

Untuk memahami lebih jauh mengenai hal ini, berikut 9 Kiat Memilih Media Tanam. Tulisan ini adalah bagian kedua dari 2 tulisan.

Keenam, Sesuai dengan jenis pot

Pot plastik memiliki pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah, karenanya pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik dari pot gerabah. Namun, jumlah pori-pori sedikit itu membuat aerasi di dalam pot plastik tidak sebaik aerasi dalam pot gerabah.

Karena itu, bila memilih pot plastik, disarankan media tanam yang digunakan adalah jenis yang mudah mengalirkan air dan porus. Sebaliknhya, media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.

Ketujuh, Pertimbangkan potensi penyakit

Media tanam yang telah dicampur kandang atau mengandung hara biasanya lebih mudah mengundang bibit penyakit. Campuran media tanam dengan kandang paling rawan mengundang bibit penyakit penyebab busuk akar. Media tanam tersebut cocok digunakan untuk menanam jenis tanaman yang menyukai kondisi kering. Misal Adenium, Pachipodium, dan Euphorbia.

Kedelapan, Usia pakai

Jangan lupa pertimbangkan pula usia pakai. Media tanam bertekstur lunak dan mengandung hara lebih mudah melapuk dan terurai. Sebaliknya, media tanam bertekstur keras umumnya bersifat awet.

Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat, sedang media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi. Bila menggunakan media tanam berumur pendek, maka kita harus lebih rajin melakukan repotting dibandingkan dengan memakai media tanam berumur panjang.

Baca Juga 9 Kiat Memilih Media Tanam (Bag Pertama)

Kesembilan, Sintetis atau alami

Terakhit, media sintetis. Media tanam seperti ini bersifat lebih bersih dan bebas kuman dibandingkan dengan media tanam alami. Contoh media sintetis adalah media gel. Benda ini banyak diterapkan dalam sistem hidroponik.

Namun, harga media tanam sintetik tentu lebih mahal bila dibanding dengan media tanam alami dan kita harus rajin menambahkan larutan hara dengan dosis tepat dalam media tanam ini.

Hola, ternyata cukup banyak hal yang harus kita pelajari untuk masalah ini ya. Selamat memilih Bunda 🙂

Artikel dalam Serial ini: 8 Kiat Mengganti Pot Tanaman (Bag Kedua)Taman Tanpa Ulat Pohon & Rumput Liar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *