9 Kiat Memilih Media Tanam (3)

Ilustrasi Tanaman Hidroponik | Img:freeimages.com
Ilustrasi Tanaman Hidroponik | Img:freeimages.com

Bunda, bagi kita yang suka , pasti memahami bahwa bagi tanaman, media tanam memliki banyak peran. Media tanam merupakan tempat bertumpu agar tanaman bisa berdiri tegak. Zat yang terkandung didalamnya adalah hara, air, dan udara yang dibutuhkan oleh tanaman. Karenanya, penting bagi kita untuk memahami kiat memilih media tanam.

Tiap jenis media tanam memiliki kemampuan menyimpan hara, air, dan udara yang berlainan. Tanaman juga memiliki aturan yang sama, yaitu tiap jenis tanaman membutuhkan persyaratan hidup yang berbeda.

Untuk memahami lebih jauh mengenai hal ini, berikut 9 Kiat Memilih Media Tanam. Tulisan ini adalah bagian ketiga dari tiga tulisan.

Ketujuh, Pertimbangkan potensi penyakit

Media tanam yang telah dicampur kandang atau mengandung hara biasanya lebih mudah mengundang bibit penyakit. Campuran media tanam dengan kandang paling rawan mengundang bibit penyakit penyebab busuk akar. Media tanam tersebut cocok digunakan untuk menanam jenis tanaman yang menyukai kondisi kering. Misal Adenium, Pachipodium, dan Euphorbia.

Kedelapan, Usia pakai

Jangan lupa pertimbangkan pula usia pakai. Media tanam bertekstur lunak dan mengandung hara lebih mudah melapuk dan terurai. Sebaliknya, media tanam bertekstur keras umumnya bersifat awet.

Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat, sedang media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi. Bila menggunakan media tanam berumur pendek, maka kita harus lebih rajin melakukan repotting dibandingkan dengan memakai media tanam berumur panjang.

Sebagai catatan, repotting merupakan pemindahan tanaman dari wadah yang lama ke wadah yang baru yang muatannya lebih besar lagi. Hal ini biasanya dilakukan agar tanaman mendapatkan wadah yang lebih besar untuk tumbuh kembangnya atau sebab lain semisal media tanamnya telah habis usia pakainya.

Baca juga Mengatasi Adenium Busuk ala Amatiran

Kesembilan, Sintetis atau alami

Terakhit, media sintetis. Media tanam seperti ini bersifat lebih bersih dan bebas kuman dibandingkan dengan media tanam alami. Contoh media sintetis adalah media gel. Benda ini banyak diterapkan dalam sistem hidroponik.

Namun, harga media tanam sintetik tentu lebih mahal bila dibanding dengan media tanam alami dan kita harus rajin menambahkan larutan hara dengan dosis tepat dalam media tanam ini.

Hola, ternyata cukup banyak hal yang harus kita pelajari untuk masalah ini ya. Selamat memilih Bunda 🙂

Tips ini sudah dibaca 376 kali

Artikel dalam Serial ini: Mengenal Gulma dan Macam JenisnyaTanaman Renyah Pot Styrofoam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.