8 Kiat Mengganti Pot Tanaman (Bag Kedua)

Ilustrasi Pot Bunga | Img:freeimages.com
Ilustrasi Pot Bunga | Img:freeimages.com

Bunda, istilah repotting mungkin masih asing ditelinga kita, meski tidak di telinga para pecinta tanaman. Repotting alias mengganti pot adalah urusan yang terkesan sepele, namun ternyata cukup punya peran dan menentukan pertumbuhan tanaman, bahkan tanaman kita akan terlihat lebih bagus.

Namun, sebagian orang masih merasa repot untuk melakukannya, padahal dengan langkah yang tepat kita bisa lakukan hal ini dengan sangat mudah dan cepat. Simak langkah-langkah berikut ini. Tulisan ini adalah bagian kedua dari 8 Kiat Mengganti Pot Tanaman

5. Periksa Perakaran

Jika media tanam tak lagi bagus, ganti total dan bersihkan media lama dari akar tanaman. Langkah sama dilakukan jika akar rusak dan banyak mati. Periksa perakarannya; potong akar yang mati.

Tanda akar mati adalah warnanya coklat, berbeda dengan akar sehat yang berkelir putih cerah, kadang ada semacam lapisan lilin yang menyelubungi akar.

6. Tanam Kembali

Tanam dalam pot baru, bagian dasar pot diberi alas styrofoam atau media kasar. Fungsinya memudahkan air keluar dari pot melalui lubang drainase, sekaligus menyangga tanaman supaya posisinya tak terlampau tenggelam dalam pot baru. Tambahkan media sampai pot penuh. Ingat, tanahnya jangan terlalu ditekan supaya tak terlalu padat dan udara bisa bersirkulasi.

7. Percantik Permukaan

Campuran media terkadang terlihat kurang menarik. Maka, supaya tampak rapi, beri hiasan permukaan media. Jika mau lebih natural bisa ditutup dengan media tanah murni semisal coco chip. Bermacam bahan juga bisa dipakai mulai dari pasir malang sampai batu koral hias.

Baca Juga 8 Kiat Mengganti Pot Tanaman (Bag Pertama)

8. Penyiraman dan

Setelah selesai, siram media tanam. Hal ini sekaligus mengecek apa lubang drainase di bawah pot berfungsi sempurna. Tambahkan pupuk sebagai sumber nutrisi.

Pupuk slow release bisa kita berikan sebelum permukaan media dirapikan. Kalau mau praktis, lakukan secara bersamaan pemupukan dengan penyiraman. Tidak harus setiap menyiram, air dicampur pupuk. Cukup lakukan pemupukan seminggu dua kali, dengan konsentrasi pupuk yang ringan.

Hola menarik bukan? Selamat bertanam Bunda 🙂

Artikel dalam Serial ini: Manfaat Pupuk Ampas Kopi9 Kiat Memilih Media Tanam (Bag Kedua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *